sunset

sunset
samosir

Kamis, 21 April 2016

Setop Konsumsi Ikan Nila yang Dibudidayakan..



Meskipun ada banyak indikasi bahwa budidaya ikan nila di China kondisnya sangat buruk, tapi jenis ikan yang satu ini ternyata paling banyak dikonsumsi di Amerika. Hal ini karena, harganya yang cenderung murah dan bisa dibeli tanpa kulit dan tulang. Selain itu, rasanya juga sangat lezat.
Tetapi, sal-usul dari ikan inilah yang menjadi masalahnya. Sebagian besar ikan nila yang beredar di pasar merupakan hasil budidaya, bahkan yang dijual di restoran-restoran. Itulah sebabnya setiap hari ribuan ikan nila bisa dipanen.
Perbedaan antara ikan nila yang dibudidayakan dan yang tidak adalah, ikan nila alami mengonsumsi tanaman dan ganggang, sedangkan ikan nila yang dibudidayakan diberi makan pelet kedelai dan GMO jagung.
Ikan nila bukan hasil budidaya mengandung minyak ikan yang sehat tidak seperti yang dibudidayakan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus berhenti mengonsumsi ikan nila hasil budidaya.
1. Peradangan.
Ya, ikan nila hasil budidaya dapat menyebabkan peradangan. Lebih dari itu, ikan ini dapat memperburuk peradangan yang disebabkan oleh kondisi medis yang memang sudah ada, seperti arthritis, asma dan penyakit jantung. Anda salah jika berpikir akan mendapatkan manfaat asam lemak omega 3 dari ikan ini, yang dikenal dapat membantu melawan penyakit jantung. Yang benar adalah, ikan ini sering menjadi penyebab utama radang, bahkan lebih buruk dari daging atau hamburger. 
2. Menyebabkan kanker.
Ikan hasil budidaya berpotensi 10 kali lebih besar terkena berbagai racun penyebab kanker. Apakah Anda tahu bahwa ikan nila hasil budidaya juga diberi pakan kotoran ayam? Bahkan limbah dari itik dan babi juga digunakan dalam pengolahan makanan ikan nila ini.
3. Jumlah pestisida dan antibiotik yang lebih tinggi.
Budidaya ikan nila juga mengandung kadar tinggi pestisida dan antibiotik. Hal ini karena, ikan budidaya dibesarkan bukan di lingkungan aslinya, sehingga lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Jadi, peternak memberinya antibiotik untuk menjaga kesehatan dari ikan-ikan nila ini. Sedangkan pestisida digunakan untuk membasmi kutu air.
4. Rendah omega 3
Ikan nila hasil budidaya mengandung nutrisi lebih rendah dibanding yang tidak. Selain itu, ikan nila hasil budidaya juga rendah protein, karena mereka dibesarkan di dalam kolam dan diberi makan dengan makanan olahan. Hasilnya, ikan lebih berlemak dan mengandung lebih banyak asam lemak omega 6. Konsumsi berlebihan asam lemak omega 6 dapat menyebabkan peradangan.
5. Tingkat dioksin tinggi.
Ikan nila yang dibudidayakan memiliki tingkat dioksin yang lebih tinggi, yaitu 11 kali lebih tinggi dibanding yang ditemukan pada ikan nila alami. Dioksin merupakan zat beracun, bahkan dapat menjadi penyebab perkembangan kanker. Yang terburuk adalah, jika dioksin masuk ke dalam tubuh, perlu waktu yang sangat lama untuk mengeluarkannya, yaitu sekitar 7-11 tahun.
Sekarang, Anda sudah tahu bagaimana bahayanya jika mengonsumsi ikan nila hasil budidaya bukan? Untuk itu, cobalah untuk menghindarinya dan ganti dengan ikan yang lebih sehat atau ikan nila alami yang bukan hasil budidaya.

Sabtu, 26 Juli 2014

Tobasa Siap Hentak Festival Danau Toba 2014

Desa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara


Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Liberty Manurung mengatakan pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2014 harus dijadikan sebagai tahun kebangkitan pariwisata, yang bisa berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Sesuai surat Kemenparekraf nomor HM.304/3/8/WPEK/2013 tanggal 7 November 2013, Pemerintah Kabupaten Tobasa ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan FDT 2014," kata Liberty di Balige, Selasa (18/2/2014).

Sebagai tuan rumah pelaksanaan FDT 2014, pemerintah daerah setempat perlu melakukan berbagai persiapan dalam menyongsong penyelenggaraan festival yang akan mempromosikan potensi pariwisata Danau Toba hingga ke mancanegara.

Festival Danau Toba, merupakan tahun kedua pelaksanaannya setelah namanya berganti dari sebelumnya Pesta Danau Toba dan selalu diikuti setiap kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba.

Dalam menghadapi agenda itu, Liberty menginstruksikan seluruh satuan perangkat kerja daerah (SKPD) berikut jajarannya agar memberikan kontribusi maksimal untuk menyukseskan acara dimaksud.


Karnaval Sigale-gale sebagai salah satu ikon dalam perayaan Festival Danau Toba di Sumatera Utara

Manajemen pengelolaan festival yang ditangani pemerintah pusat secara nasional diperkirakan mampu mempermudah akses dan penyebarluasan informasinya, hingga gaungnya mampu lebih cepat ke tingkat  internasional.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa harus bekerja ekstra keras dengan meningkatkan koordinasi dengan seluruh SKPD lainnya, agar pesta rakyat menjadi kegiatan tahunan itu dapat lebih sukses penyelenggaraannya.

Sesuai rencana, sejumlah paket acara menarik akan dipertunjukkan, seperti lomba "solu bolon" (sejenis dragon boat), arung jeram, paralayang, atraksi budaya lokal monsak (seni beladiri Batak), dan berbagai atraksi lainnya.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus lebih intens berkomunikasi serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat," tambah Liberty.

Mimpi Di siang BOlONG

Kapan Danau Toba Seprti Rio de Janeiro 



Minggu, 01 Desember 2013

PARAPAT

pemandangan kota PARAPAT(danau toba ) sekitarnya dari ketinggian 1834 M dari permukaan laut. gambar ini di ambil dari puncak gunung Simarbalatuk (yang ada antena repeater nya)

Jumat, 29 November 2013

“Kitab SIRAJA BATAK”

Kitab kuno batak

Dalam Kitab Siraja Batak bahwa asal mula manusia adalah bermula dari Ayam Kulambu Jati yang bertelur 3 menetas dan lahir manusia laki-laki dan ayam tersebut bertelur lagi yang telurnya 3 buah ruas bambu, dieram selama 1 tahun dan menetas, lahirlah 3 orang wanita merupakan awal mulanya wanita. Kejadian ini ketika bumi ini belum ada, yang ada hanyalah benua atas.
Inilah awal terjadinya manusia menurut Suku Batak Indonesia. Agama dan kehidupan orang Batak berpatokan pada kitab ini. Hampir seluruh kehidupan orang Batak sehari-hari selalu berprinsip pada adat, budaya dan agama. Selalu menyatu seiring sejalan pada jaman dahulu kala.
Siraja Batak merupakan salah satu Suku Bangsa yang sangat besar di dunia karena memiliki seluruhnya ciri khas antara lain :
Aksara, bahasa, budaya, adat, suku bangsa, rumah, musik, hari, bulan, beladiri, hukum, undang-undang, pengobatan, filsafat, agama, dll.
Namun misteri Siraja Batak ini telah hampir punah semenjak meletusnya Gunung Pusuk Buhit I 73.000 tahun yang lalu dan meletusnya Gunung Pusuk Buhit II 2.000 tahun yang lalu, namun dengan ilham yang saya terima saya akan mencoba mengakses kepada dunia sedikit mengenai Batak apa dan siapa itu Batak pada jaman dahulu kala. Melalui situs ini. Namun belum lengkap sebab situs ini hanyalah sekedar melengkapi bahan untuk mengikuti kongres Paranormal Sedunia pada bulan Mei - Juni 2006 di Austria. Namun demikian sedikit banyaknya bagi orang yang membaca buku ini akan lebih mengerti siapa itu Siraja Batak pada jaman dahulu kala.
Dalam kehidupan Siraja Batak Tua telah mempunyai penuntun dan petunjuk hidup yang turun kebumi bersama Siraja Odap-odap dan Siboru Deak Parujar. Dari seluruh tatanan kehidupan Siraja Batak yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Siraja Batak mempunyai 9 kitab antara lain :


Danau Toba Tahun 1900


Sibaganding 1900 — di Kota Pematangsiantar, Parapat, Ajibata, Tigaraja, Sibaganding.