Sabtu, 26 Juli 2014

Tobasa Siap Hentak Festival Danau Toba 2014

Desa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara


Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Liberty Manurung mengatakan pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2014 harus dijadikan sebagai tahun kebangkitan pariwisata, yang bisa berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Sesuai surat Kemenparekraf nomor HM.304/3/8/WPEK/2013 tanggal 7 November 2013, Pemerintah Kabupaten Tobasa ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan FDT 2014," kata Liberty di Balige, Selasa (18/2/2014).

Sebagai tuan rumah pelaksanaan FDT 2014, pemerintah daerah setempat perlu melakukan berbagai persiapan dalam menyongsong penyelenggaraan festival yang akan mempromosikan potensi pariwisata Danau Toba hingga ke mancanegara.

Festival Danau Toba, merupakan tahun kedua pelaksanaannya setelah namanya berganti dari sebelumnya Pesta Danau Toba dan selalu diikuti setiap kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba.

Dalam menghadapi agenda itu, Liberty menginstruksikan seluruh satuan perangkat kerja daerah (SKPD) berikut jajarannya agar memberikan kontribusi maksimal untuk menyukseskan acara dimaksud.


Karnaval Sigale-gale sebagai salah satu ikon dalam perayaan Festival Danau Toba di Sumatera Utara

Manajemen pengelolaan festival yang ditangani pemerintah pusat secara nasional diperkirakan mampu mempermudah akses dan penyebarluasan informasinya, hingga gaungnya mampu lebih cepat ke tingkat  internasional.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa harus bekerja ekstra keras dengan meningkatkan koordinasi dengan seluruh SKPD lainnya, agar pesta rakyat menjadi kegiatan tahunan itu dapat lebih sukses penyelenggaraannya.

Sesuai rencana, sejumlah paket acara menarik akan dipertunjukkan, seperti lomba "solu bolon" (sejenis dragon boat), arung jeram, paralayang, atraksi budaya lokal monsak (seni beladiri Batak), dan berbagai atraksi lainnya.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus lebih intens berkomunikasi serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat," tambah Liberty.

Mimpi Di siang BOlONG

Kapan Danau Toba Seprti Rio de Janeiro 



Minggu, 01 Desember 2013

PARAPAT

pemandangan kota PARAPAT(danau toba ) sekitarnya dari ketinggian 1834 M dari permukaan laut. gambar ini di ambil dari puncak gunung Simarbalatuk (yang ada antena repeater nya)

Jumat, 29 November 2013

“Kitab SIRAJA BATAK”

Kitab kuno batak

Dalam Kitab Siraja Batak bahwa asal mula manusia adalah bermula dari Ayam Kulambu Jati yang bertelur 3 menetas dan lahir manusia laki-laki dan ayam tersebut bertelur lagi yang telurnya 3 buah ruas bambu, dieram selama 1 tahun dan menetas, lahirlah 3 orang wanita merupakan awal mulanya wanita. Kejadian ini ketika bumi ini belum ada, yang ada hanyalah benua atas.
Inilah awal terjadinya manusia menurut Suku Batak Indonesia. Agama dan kehidupan orang Batak berpatokan pada kitab ini. Hampir seluruh kehidupan orang Batak sehari-hari selalu berprinsip pada adat, budaya dan agama. Selalu menyatu seiring sejalan pada jaman dahulu kala.
Siraja Batak merupakan salah satu Suku Bangsa yang sangat besar di dunia karena memiliki seluruhnya ciri khas antara lain :
Aksara, bahasa, budaya, adat, suku bangsa, rumah, musik, hari, bulan, beladiri, hukum, undang-undang, pengobatan, filsafat, agama, dll.
Namun misteri Siraja Batak ini telah hampir punah semenjak meletusnya Gunung Pusuk Buhit I 73.000 tahun yang lalu dan meletusnya Gunung Pusuk Buhit II 2.000 tahun yang lalu, namun dengan ilham yang saya terima saya akan mencoba mengakses kepada dunia sedikit mengenai Batak apa dan siapa itu Batak pada jaman dahulu kala. Melalui situs ini. Namun belum lengkap sebab situs ini hanyalah sekedar melengkapi bahan untuk mengikuti kongres Paranormal Sedunia pada bulan Mei - Juni 2006 di Austria. Namun demikian sedikit banyaknya bagi orang yang membaca buku ini akan lebih mengerti siapa itu Siraja Batak pada jaman dahulu kala.
Dalam kehidupan Siraja Batak Tua telah mempunyai penuntun dan petunjuk hidup yang turun kebumi bersama Siraja Odap-odap dan Siboru Deak Parujar. Dari seluruh tatanan kehidupan Siraja Batak yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Siraja Batak mempunyai 9 kitab antara lain :


Danau Toba Tahun 1900


Sibaganding 1900 — di Kota Pematangsiantar, Parapat, Ajibata, Tigaraja, Sibaganding.


Legenda – Si Gale-Gale Samosir Danau Toba

Si Gale-gale 
Is the first robot in the wolrd

Dahulu kala ada seorang Raja yang sangat bijaksana yang tinggal di wilayah Toba. Raja ini hanya memiliki seorang anak, namanya Manggale. Pada zaman tersebut masih sering terjadi peperangan antar satu kerajaan ke kerajaan lain.
Raja ini menyuruh anaknya untuk ikut berperang melawan musuh yang datang menyerang wilayah mereka. Pada saat peperangan tersebut anak Raja yang semata wayang tewas pada saat pertempuran tersebut.
Sang Raja sangat terpukul hatinya mengingat anak satu-satunya sudah tiada, lalu Raja jatuh sakit. Melihat situasi sang Raja yang semakin hari semakin kritis , penasehat kerajaan memanggil orang pintar untuk mengobati penyakit sang Raja, dari beberapa orang pintar (tabib) yang dipanggil mengatakan bahwa sang Raja sakit oleh karena kerinduannya kepada anaknya yang sudah meninggal. Sang tabib mengusulkan kepada penasehat kerajaan agar dipahat sebuah kayu menjadi sebuah patung yang menyerupai wajah Manggale, dan saran dari tabib inipun dilaksanakan di sebuah hutan.
Ketika Patung ini telah selesai, Penasehat kerajaan mengadakan satu upacara untuk pengangkatan Patung Manggale ke istana kerajaan. Sang tabib mengadakan upacara ritual, meniup Sordam dan memanggil roh anak sang Raja untuk dimasukkan ke patung tersebut. Patung ini diangkut dari sebuah pondok di hutan dan diiringi dengan suara Sordam dan Gondang Sabangunan.
Setelah rombongan ini tiba di istana kerajaan , Sang Raja tiba-tiba pulih dari penyakit karena sang Raja melihat bahwa patung tersebut persis seperti wajah anaknya.
Inilah asal mula dari patung Sigale-gale (Patung putra seorang Raja yang bernama Manggale).
SUMBER : SAMOSIR
Open Stage Parapat